JAKARTA - Menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada masa angkutan mudik Lebaran 2026/1447 H, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memperkuat kesiapan armadanya.
Maskapai nasional ini kembali mengoperasikan sejumlah pesawat yang sebelumnya tidak aktif, sebagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran layanan penerbangan selama periode puncak Ramadan dan Lebaran.
Reaktivasi armada tersebut dilakukan oleh Garuda Indonesia Group melalui anak usahanya di bidang perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF). Total sebanyak 18 pesawat berhasil direaktivasi, terdiri dari pesawat milik Garuda Indonesia dan Citilink. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas penerbangan sekaligus menjaga keandalan operasional maskapai.
Reaktivasi Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink
GMF menyelesaikan proyek reaktivasi untuk dua maskapai dalam grup Garuda Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Citilink. Rinciannya, sebanyak tiga pesawat milik Garuda Indonesia dan 15 pesawat milik Citilink kembali dioperasikan.
“Pada proyek reaktivasi pesawat Garuda Indonesia, GMF menyelesaikan pekerjaan reaktivasi airframe tiga pesawat Airbus A330 dengan registrasi PK – GHE, PK – GHF dan PK – GHI,” tulis GMF dalam unggahan @garudauntukindonesia.
Pekerjaan reaktivasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis penting, termasuk dua engine performance restoration, delapan High Pressure Turbine (HPT) blade replacement, serta empat pekerjaan landing gear overhaul. Seluruh proses dilakukan untuk memastikan pesawat kembali memenuhi standar kelaikudaraan sebelum beroperasi secara komersial.
Sementara itu, pada proyek reaktivasi Citilink, GMF berhasil menyelesaikan pekerjaan pada 15 pesawat Airbus A320. Selain reaktivasi airframe, proyek ini juga mencakup satu pekerjaan engine overhaul, satu pekerjaan engine repair, enam auxillary power unit (APU) overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul.
Pemeriksaan Menyeluruh dan Ketepatan Waktu Pengerjaan
Seluruh pesawat yang direaktivasi menjalani pemeriksaan menyeluruh sesuai standar perawatan. GMF mencatat bahwa semua pesawat menjalani C05 + 6 Year + 12 Year Inspection dengan capaian penyelesaian 100% sesuai total Turn Around Time (TAT) yang telah disepakati bersama Citilink.
Capaian ini menunjukkan konsistensi GMF dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan, terutama dalam menghadapi periode sibuk seperti mudik Lebaran. Proses perawatan dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan setiap pesawat dapat kembali beroperasi secara aman dan andal.
Selain pekerjaan teknis utama, terdapat pula pekerjaan khusus pada beberapa pesawat Citilink. Dalam proyek reaktivasi airframe, dua pesawat mendapatkan sentuhan painting special livery, yakni dengan registrasi PK - GLL dan PK - GLY. Pesawat PK - GLY menjadi yang terbaru diselesaikan dalam proyek ini.
Special Livery Sambut Lebaran 2026
Tepat pada 13 Februari 2026, Citilink memperkenalkan special livery hasil kolaborasi dengan Aqua bertajuk Semangat Gerak!. Livery khusus ini sekaligus menjadi bagian dari sambutan menjelang momen Lebaran 2026.
Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, menyampaikan bahwa pesawat-pesawat yang telah direaktivasi siap melayani berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Dengan total 41 pesawat Citilink yang saat ini beroperasi, termasuk yang menggunakan livery khusus, Citilink siap mendukung arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Ini untuk kita persiapkan nanti saat peak season masuk ke Ramadan dan Lebaran,” ujarnya di Hangar GMF Soekarno Hatta.
Kesiapan armada ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran, yang dikenal sebagai salah satu masa tersibuk dalam industri penerbangan nasional.
Rencana Lanjutan Reaktivasi Armada Sepanjang 2026
Tidak berhenti pada proyek reaktivasi menjelang Lebaran, GMF menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program reaktivasi Garuda Indonesia Group sepanjang 2026. Sejumlah pekerjaan reaktivasi telah direncanakan untuk mendukung kesiapan operasional jangka menengah dan panjang.
Untuk Garuda Indonesia, GMF merencanakan reaktivasi lima pesawat Airbus A330, 10 pekerjaan engine maintenance, dua pekerjaan APU overhaul, serta satu pekerjaan landing gear overhaul. Sementara itu, pada proyek reaktivasi Citilink, GMF menargetkan penyelesaian reaktivasi 20 pesawat yang terdiri dari enam pesawat ATR72-600 dan 14 pesawat Airbus A320, dilengkapi dengan 12 pekerjaan engine overhaul dan enam pekerjaan APU overhaul.
Seluruh evaluasi dari pelaksanaan proyek reaktivasi pada 2025 hingga awal 2026 akan menjadi fondasi penting dalam peningkatan kinerja GMF ke depan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan Turn Around Time, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian Cost of Poor Quality (COPQ) melalui berbagai inisiatif continuous improvement.
Sebelumnya, Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menegaskan bahwa keberhasilan proyek reaktivasi sepanjang 2025 hingga awal 2026 mencerminkan kapabilitas dan ketangguhan GMF dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional.
“GMF memastikan setiap pesawat yang kembali beroperasi memenuhi standar airworthiness, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat konektivitas baik domestik maupun internasional,” ujar Andi.
Dengan tambahan armada yang siap beroperasi, Garuda Indonesia Group optimistis dapat menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran 2026 secara optimal dan berkelanjutan.