JAKARTA – Optimisme investor kembali mengemuka sejak awal perdagangan pasar saham domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka menguat dan menembus level psikologis 8.400 pada Selasa, 24 Februari 2026, mencerminkan sentimen positif yang masih bertahan di tengah kombinasi faktor global dan domestik. Penguatan indeks ini terutama didorong oleh kinerja saham-saham berkapitalisasi besar yang bergerak solid di zona hijau.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat naik 0,30% ke level 8.421. Aktivitas perdagangan di awal sesi terbilang cukup aktif, dengan total transaksi mencapai 1,51 miliar saham senilai Rp885,5 miliar. Kapitalisasi pasar IHSG pun dibuka di posisi Rp15.176 triliun, menegaskan kuatnya minat beli investor sejak pembukaan pasar.
Pergerakan Saham Mayoritas Menguat Sejak Pembukaan
Sejalan dengan kenaikan indeks komposit, pergerakan saham di pasar reguler didominasi oleh penguatan. Sebanyak 273 saham dibuka di zona hijau, sementara 196 saham tercatat melemah, dan 489 saham lainnya masih bergerak stagnan.
Saham-saham dengan bobot indeks besar menjadi motor utama penguatan IHSG pagi ini. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tercatat naik 0,32% ke level Rp7.825. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 0,38% ke Rp6.650, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik lebih tinggi sebesar 0,93% ke posisi Rp8.150.
Penguatan juga terlihat pada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang dibuka naik 0,93% ke Rp2.160. Sementara itu, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menguat 0,35% ke Rp14.250, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) naik 1,06% ke Rp7.175, serta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang dibuka menguat 0,28% ke level Rp3.560.
Sentimen Global Masih Menopang Optimisme Investor
Penguatan IHSG hari ini tidak terlepas dari sentimen positif yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin (23/2/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 1,50% ke level 8.396. Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai indeks komposit masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan selama mampu bertahan di atas area 8.400.
Kenaikan IHSG pada perdagangan sebelumnya dipandang sebagai respons positif investor terhadap keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan pemberlakuan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump pada 20 Februari 2026. Meski demikian, pernyataan lanjutan Trump terkait rencana penerapan tarif global baru sebesar 15% tetap menjadi perhatian pasar.
Investor juga mencermati harapan bahwa perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Indonesia yang telah ditandatangani pada 19 Februari 2026 dapat dibatalkan, mengingat tarif dalam kesepakatan tersebut dinilai lebih tinggi, yakni mencapai 19%.
Analisis Teknikal: Peluang Uji Resistance Masih Terbuka
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini bergerak pada rentang support di level 8.300 dan resistance di kisaran 8.500. Secara indikator, histogram MACD terpantau masih bergerak menguat di area positif, sejalan dengan peningkatan volume beli yang mendukung tren kenaikan indeks.
Namun demikian, indikator Stochastic RSI mulai menunjukkan perlambatan dan berada di area overbought, yang menandakan potensi konsolidasi jangka pendek. Meski begitu, IHSG berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), memperkuat sinyal teknikal yang relatif positif.
“Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450–8.500, jika dapat ditutup di atas level 8.400,” tulis Phintraco.
Dorongan Domestik dan Proyeksi Analis Sekuritas
Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh data realisasi belanja pemerintah per Januari 2026 yang mencapai Rp227,3 triliun atau tumbuh 25,7% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini mencerminkan percepatan belanja negara sejak awal tahun, terutama untuk mendukung program prioritas pemerintah dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Secara rinci, belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp131,9 triliun atau meningkat 53,3% YoY, sedangkan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp95,3 triliun dengan pertumbuhan yang relatif terbatas sebesar 0,6% YoY.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG hari ini akan mencoba menembus resistance di level 8.450. Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.
“Tapi hati-hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas,” ujar Fanny.
BNI Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di kisaran 8.320–8.350, sementara resistance berada pada rentang 8.450–8.500. Senada, Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka menuju area resistance psikologis 8.400–8.500, didukung oleh kembalinya arus akumulasi investor asing serta penguatan harga komoditas.
“Potensi ini didukung oleh kembalinya arus akumulasi investor asing serta penguatan harga komoditas yang turut mendorong saham-saham berbasis korelasi komoditas,” paparnya.